Pages

Minggu, 10 Mei 2015

SOP sebagai Pengontrol Bisnis


SOP sebagai  Pengontrol Bisnis
Seperti halnya komputer yang seolah dapat berpikir sendiri,  usaha yang memiliki SOP juga seperti itu. SOP sering kali menggantikan perintah si pemilik perusahaan. SOP bisa memerintah walaupun tanpa kehadiran si pemimpin di tempat terjadinya pekerjaan.
Standard Operating Procedure (SOP) memang disusun utnuk menjaga perintah terlaksana sesuai dengan standar. SOP juga bisa dikatakan sebagai pengontrol bisnis, karena dengan SOP setiap lini pekerjaan akan dengan mudah dilaksanakan dengan kualitas yang stabil, tidak naik turun. SOP merupakan instrument penting untuk kemajuan perusahaan dan bisnis.
SOP yang disusun semestinya memang tidak memberatkan, bahkan sebaliknya SOP dapat menjadi alat untuk mempermudah pekerjaan. Jika SOP memberatkan mungkin SOPnya memang tidak tepat dan harus direvisi. Atau mungkin tidak dilaksanakan dengan baik. Atau bisa juga dirumuskan tidak dengan serius sehingga menjadi tidak berguna.
SOP sebenarnya hanya diwajibka pada bisnis franchise, menurut undang-undan. Namun demikian semua bisnis juga akan memperoleh manfaat positif kalau mau membuat SOP dan menerapkannya. Perusahaan akan menjadi terstandar dan mudah dikembangkan.
SOP yang dibuat semestinya dibuat lengkap sehingga setiap kegiatan yang dilakukan dapat terstandarisasi dengan baik. Kualitas dari proses dan hasil akan dapat dikontrol dengan baik, baik oleh yang melaksanakan dilapangan maupun oleh pengawas. Juga akan meminimalisir pertengakran antar pelaksana perintah dengan yang memberi perintah akibat kesalah pahaman.

=============================================

=============================================

Senin, 04 Mei 2015

Awas, Jangan-jangan Perusahaan Anda Sedang Krisis Stok Barang


Untuk mengetahui aman atau tidaknya stok barang perusahaan maka kita dapat menggunakan ukuran yang disebut dengan perputaran persediaan.  Ukuran ini akan menyatakan seberapa banyak penjualan dibandingkan dengan stok yang secara real di sediakan oleh perusahaan.
Anda harus cermat mengamati nilai perputaran persediaan ini. Jangan-jangan perusahaan anda termasuk yang kurang persediaan barangnya. Nilai perputanan persediaan yang terlalu tinggi sebenarnya  berbahya bagi perusahaan. Hal ini berpotensi menimbulkan terlambatnya suplai barang dagangan. Atau dalam kata lain prusahaan rawan  kehabisan persediaan/stok.
Sebagai contoh anda memiliki nilai perputaran persediaan 30 kali. Ini artinya stok yang anda sediakan hanya cukup untuk 1 bulan dibagi 30. Atau satu hari saja. Begitu suplai terlambat satu hari, maka semua potensi penjualan dalam satu hari akan hilang. Hal ini tentu saja akan membuang potensi keuntungan.
Yang paling bijaksana adalah meyediaakan persediaan yang secukpnya, sehingga aman untuk suplai bagi permintaan konsumen. Setidak-tidaknya kalau ada keterlambatan yang wajar dari pihak penyuplai kita, kita tidak langsung kehabisan stok.

Jumlah yang aman itu tentu sesuai dengan keterlambatan suplai barang ke anda dan sekaligus karakteristik dari barang yang disimpan sebagai persediaan.  Menyimpan digudang barang yang mudah rusak  terlalu lama, tentu bukan langkah yang bijaksana. Sebaliknya menyediakan stok yang terlalu sedikit untuk barang yang cepat laku juga bukan hal yang baik.

=================================
=================================

Jumat, 17 April 2015

Berbagai Contoh Bentuk Rekening pada Buku Besar

Dalam buku besar kita akan berurusan dengan berbagai rekening. Rekening-rekening pada buku besar umumnya mengikuti bentuk-bentuk tertentu. Bentuk rekening tersebut secara garis besar dapat dibagi menjadi 3 macam.
Bentuk pertama adalah bentuk yang sering disebut dengan bentuk T. Kalau kita lihat sekilas memang betuknya seperti leter T.


Dalam rekening tersebut disisi kiri khusus untuk menempatkan debet dan di sisi kanan untuk kredit. Baik keterangan, tanggal maupun jumlahnya dibuat terpisah. Dengan demikian saldo tidak dapat langsung terlihat. Untuk mengetahui saldo  setiap saat kita harus menjumlahkan jumlah debet, dan kredit, baru diselisihkan. Karena kurang praktis, maka dalam praktek rekening bentuk T jarang digunakan.
Walaupun kurang praktis rekening bentuk T ini lebih mudah untuk dipahami dan dapat memperkecil kesalahan saat posting. Kenapa mudah dipahami? Karena antara debet dan kredit dibuat betul-betul terpisah. Sehingga catatan tidak tercampur aduk.
Format rekening buku besar yang lain adalah sebagai berikut

Rekening bentuk ke 2


Rekening bentuk ke 3


Pada bentuk rekening ini jumlah saldo dapat diketahui setiap saat karena ada kolom saldo yang dapat diisi dengan nilai saldo pada baris terakhir setiap kali mengisikan suatu transaksi pada rekening.

Karena dapat mengetahui besarnya saldo setiap saat, maka rekening ini banyak disukai dan banyak digunakan dalam praktek. Akan tetapi bagi pemula bentuk rekening ini terlalu ruwet dan catatan antara debet dan kredit seperti berrcampur aduk. Tentu saja yang sudah biasa mengerjakan akuntansi akan lebih menyukai bentuk model 2 dan 3 ini.

==================================================
Iklan: Jika ingin kredit motor Yamaha baru, klik di sini
==================================================

Kamis, 16 April 2015

Contoh Membuat Neraca yang Paling Sederhana (Bagian 5)


Dalam bagian 5 dari tulisan tentang contoh membuat neraca ini kita masih akan melanjutkan tulisan yang sebelumnya. Dalam tulisan ini akan di tunjukkan bagaimana pengambilan uang dari perusahaan mempengaruhi neraca. Kita mulai dari neraca terdahulu sebagai berikut:
Rental Mobil Harmanto
Neraca (awal)
Per ……
=================================================================
Aktiva                                                           Pasiva
=================================================================
Kas                      40.000.000,-                      Modal Harmanto        500.000.000,-
Inventaris            600.000.000,-                      Utang dari bank         140.000.000
=================================================================
Dari keadaan terseb terjadi transaksi pengambilan uang oleh pak harmanto.
Transaksi:
Pak Harmanto mengambil uang dari perusahaannya sejumlah 5 juta rupiah. Uang tersebut akan digunakan pak harmanto untuk kepentingan pribadinya. Jadi uang tersebut tidak digunakan untuk kepentingan perusahaan.
Analisa:
-          Ketika pak Harmanto mengambil uang dari perusahaan, maka kas perusahaan akan berkurang sejumlah uang yang diambil. Setelah berkurang kas akan menajdi sbb:
Kas = 40 juta – 5 juta
Kas = 35 juta
-          Pengambilan uang dari perusahaan untuk kepentingan pribadi adalah termasuk ke dalam rekening prive. Rekening prive ini akan mengurangi modal yang ditanamkan oleh pak Harmanto di perusahan. Dengan demikian modal pribadi pak harmanto akan berkurang sejumlah harta yang diambil. Jumlahnya sekarang menjadi:
Modal = 500 juta – 5 juta
Modal = 495 juta
Dan neraca setelah transaksi tersebut akan menjadi:

Rental Mobil Harmanto
Neraca (akhir)
Per ……
=================================================================
Aktiva                                                          Pasiva
=================================================================
Kas                      35.000.000,-                     Modal Harmanto           495.000.000,-
Inventaris            600.000.000,-                     Utang dari bank            140.000.000
=================================================================

Walaupun terjadi perubahan angka-angka pada rekening di neraca, tetapi jumlah antara aktiva dan pasiva akan tetap sama. Jumlah aktiva sekarang 600 juta + 35 juta = 635 juta. Jumlah pasiva adalah 495 juta + 140 juta = 635 juta. Jadi jumlah aktiva dan pasiva sama-sama 635 juta.



Iklan:  Butuh baju drumband? ke sini

Contoh Membuat Neraca yang Paling Sederhana (Bagian 4)


Kita akan memulai dengan Neraca awal yang sudah berisi rekening kas, inventaris, modal dan utang. Neracanya adalah sebagai berikut: (diambil dari tulisan sebelumnya)
Rental Mobil Harmanto
Neraca (awal)
Per ……
=================================================================
Aktiva                                                              Pasiva
=================================================================
Kas                         50.000.000,-                      Modal Harmanto          500.000.000,-
Inventaris              600.000.000,-                       Utang dari bank           150.000.000
=================================================================
Dari keadaan perusahaan tersebut kita akan melakukan transaksi yang merubah utang dan kas.
Transaksi:
Angsuran pertama untuk membayar utang dari bank sudah jatuh tempo. Besarnya sekali angsuran adalah 10 juta rupiah. Uang 10 juta tersebut diserahkan oleh perusahaan kepada pihak bank sebagai angsuran untuk mengurangi utang perusahaan.
Analisa:
Catatan: Untuk memudahkan analisa, maka kita anggap tidak ada bunga bank yang harus di bayar.
-          Uang 10 juta yang dipakai untuk mengangsur tersebuta akan meyebabkan kas perusahaan berkurang. Uang kas perusahaan akan berkurang sebesar 10 juta sesuai dengan nilai yang dibayarkan untuk mengangsur. Nilai kas sekarang menjadi
Kas = 50 juta – 10 juta
Kas = 40 juta
-          Karena perusahaan sudah membayar angsuran kepada pihak banksebesar 10 juta, maka utang perusahaan terhadap bank berkurang. Besarnya pengurangan sesuai dengan jumlah pembayaran dari perusahaan. Besarnya utang sekarang menjadi
Utang = 150 juta – 10 juta
Utang = 140 juta
Dengan analisa ini neraca akan menjadi:
Rental Mobil Harmanto
Neraca (akhir)
Per ……
==================================================================
Aktiva                                                                Pasiva
==================================================================
Kas                         40.000.000,-                        Modal Harmanto       500.000.000,-
Inventaris               600.000.000,-                        Utang dari bank        140.000.000
==================================================================

 Jumlah untuk sisi aktiva adalah 40 juta + 600 juta, yaitu 640 juta jumlah ini akan sama dengan jumlah pada pasiva yaitu 500 juta + 140 juta, jumlahnya juga 640 juta.

------------------------------------------------------------------------------------
Iklan: Cari mobil Honda di Makasar, Kunjungi web kami
------------------------------------------------------------------------------------

Rabu, 15 April 2015

Contoh Membuat Neraca yang Paling Sederhana (Bagian 3)


Misalkan dari neraca awal sebagai berikut, (neraca ini sudah dibahas pada tulisan sebelumnya)
Rental Mobil Harmanto
Neraca
Per ……
===================================================================
Aktiva                                                     pasiva
===================================================================
Kas         650.000.000,-                            Modal Harmanto                        500.000.000,-
                                                               Utang dari bank                          150.000.000
===================================================================
Transaksi:
Untuk memulai mengoperasionalkan usaha rental mobil pak Harmanto membeli 3 buah mobil. 1 mobil yang dibeli seharga 200 juta. Jumlah total yang dikeluarkan untuk membeli 3 mobil tersebut adalah 600 juta rupiah. Kemudian mobil dipakai untuk usaha rental tersebut.
Analisa:
Dengan membeli mobil, maka pak Harmanto harus menyerahkan uang sejumlah 600 juta pada dealer untuk pembelian mobil tersebut sehingga kas perusahaan berkurang menjadi:
Kas = 650 juta – 600 juta;
Kas = 50 juta
Uang sejumlah 600 juta tersebut sekarang sudah menjadi inventaris perusahaan. Nilai inventaris tersebut dicatat sesuai dengan harga pokoknya. Yaitu,
Inventaris = 600 juta
Neraca sekarang menjadi sebagai berikut:
Rental Mobil Harmanto
Neraca
Per ……
===================================================================
Aktiva                                                           Pasiva
===================================================================
Kas                      50.000.000,-                      Modal Harmanto               500.000.000,-
Inventaris            600.000.000,-                      Utang dari bank                150.000.000
===================================================================
Kalau dijumlah sisi aktiva dan pasiva juga seimbang,
Aktiva = kas + inventaris
Aktiva = 50.000.000 + 600.000.000
Aktiva = 650.000.000
Jadi jumlah aktiva 650.000.000
Pasifa = Modal Harmanto + Utang dari bank
Pasifa = 500.000.000 + 150.000.000
Pasifa = 650.000.000

Jadi jumlah pasiva 650.000.000. Jumlah ini sama dengan jumlah aktiva yang jumlahnya juga 650 juta.

====================================================
Iklan: Konveksi seragam sekolah terpercaya Kunjungi web kami
====================================================

Contoh Membuat Neraca yang Paling Sederhana (Bagian 2)


Pada tulisan berjudul "Contoh Membuat Neraca yang PalingSederhana (Bagian 1)" kita telah membuat contoh neraca yang paling sederhana yang hanya melibatkan 2 rekening. Neraca seperti ini mudah dipahami akan tetapi dalam kenyataan. Neraca tidak hanya berisi 2 buah rekening, tetapi bisa banyak sekali. Oleh karena itu akan dibahas pada tulisan ini, jika pada neraca ada lagi satu rekening selain 2 rekening yang sudah di bahas pada Contoh Membuat Neraca yang Paling Sederhana (Bagian 1).
Dalam kehidupan sebuah perusahaan, sudah menjadi hal yang biasa, apabila sebuah perusahaan meminjam modal dari pihak lain seperti bank. Karena itu kita akan mencoba menempatkan transaksi yang melibatkan utang ini pada sebuah neraca.
Transaksi.
Neraca wal dari perusahaan adalah sebagai berikut:
===================================================================
Aktiva                                                         Pasiva
===================================================================
Kas         500.000.000,-                               Modal Budi Harmanto R           500.000.000,-
                                                               
===================================================================
Transaksi:
Untuk menambah modalnya karena berencana membeli beberapa mobil yang kalau ditotal jumlah pembeliannya adalah 600 juta, maka pa Budi Harmanto meminjam uang ke bank sebesar 150 juta. Uang tersebuta akan digunakan untuk keperluan pembelian mobil untuk usaha persewaan mobil.
Analisis:
-          Karena pak budi Harmanto meminjam uang ke bank sebesar 150 juta, maka jumlah uang kas yang ada diperusahaan sekarang menjadi sebesar 500 juta + 150 juta, yaitu sebesar 650 juta. Uang 650 juta ini dicatat pada rekening aktiva sebagai kas.
-          Kas yang ada pada sisi aktiva sebesar 650 juta tidak hanya berasal dari modal pak Budi harmanto, karena modal pak Budi Harmanto hanya 500 juta. Karena itu asal uang yang 150 juta dari pinjaman di bank juga harus dijelaskan pada bagian pasifa. Jadi sekarang sumber nya ada 2, yaitu modal pak Budi Harmanto dan utang dari bang. Ada 2 rekening, yaitu rekening modal dan utang pada sisi pasiva.
Neracanya akan menjadi sebagai berikut:

Rental Mobil B. Harmanto R.
Neraca
Per ……
===================================================================
Aktiva                                                         Pasiva
===================================================================
Kas         650.000.000,-                               Modal Budi Harmanto R           500.000.000,-
                                                                  Utang dari bank                        150.000.000

===================================================================




-------------------------------------------------
-------------------------------------------------