Pages

Jumat, 17 April 2015

Berbagai Contoh Bentuk Rekening pada Buku Besar

Dalam buku besar kita akan berurusan dengan berbagai rekening. Rekening-rekening pada buku besar umumnya mengikuti bentuk-bentuk tertentu. Bentuk rekening tersebut secara garis besar dapat dibagi menjadi 3 macam.
Bentuk pertama adalah bentuk yang sering disebut dengan bentuk T. Kalau kita lihat sekilas memang betuknya seperti leter T.


Dalam rekening tersebut disisi kiri khusus untuk menempatkan debet dan di sisi kanan untuk kredit. Baik keterangan, tanggal maupun jumlahnya dibuat terpisah. Dengan demikian saldo tidak dapat langsung terlihat. Untuk mengetahui saldo  setiap saat kita harus menjumlahkan jumlah debet, dan kredit, baru diselisihkan. Karena kurang praktis, maka dalam praktek rekening bentuk T jarang digunakan.
Walaupun kurang praktis rekening bentuk T ini lebih mudah untuk dipahami dan dapat memperkecil kesalahan saat posting. Kenapa mudah dipahami? Karena antara debet dan kredit dibuat betul-betul terpisah. Sehingga catatan tidak tercampur aduk.
Format rekening buku besar yang lain adalah sebagai berikut

Rekening bentuk ke 2


Rekening bentuk ke 3


Pada bentuk rekening ini jumlah saldo dapat diketahui setiap saat karena ada kolom saldo yang dapat diisi dengan nilai saldo pada baris terakhir setiap kali mengisikan suatu transaksi pada rekening.

Karena dapat mengetahui besarnya saldo setiap saat, maka rekening ini banyak disukai dan banyak digunakan dalam praktek. Akan tetapi bagi pemula bentuk rekening ini terlalu ruwet dan catatan antara debet dan kredit seperti berrcampur aduk. Tentu saja yang sudah biasa mengerjakan akuntansi akan lebih menyukai bentuk model 2 dan 3 ini.

==================================================
Iklan: Jika ingin kredit motor Yamaha baru, klik di sini
==================================================

Kamis, 16 April 2015

Contoh Membuat Neraca yang Paling Sederhana (Bagian 5)


Dalam bagian 5 dari tulisan tentang contoh membuat neraca ini kita masih akan melanjutkan tulisan yang sebelumnya. Dalam tulisan ini akan di tunjukkan bagaimana pengambilan uang dari perusahaan mempengaruhi neraca. Kita mulai dari neraca terdahulu sebagai berikut:
Rental Mobil Harmanto
Neraca (awal)
Per ……
=================================================================
Aktiva                                                           Pasiva
=================================================================
Kas                      40.000.000,-                      Modal Harmanto        500.000.000,-
Inventaris            600.000.000,-                      Utang dari bank         140.000.000
=================================================================
Dari keadaan terseb terjadi transaksi pengambilan uang oleh pak harmanto.
Transaksi:
Pak Harmanto mengambil uang dari perusahaannya sejumlah 5 juta rupiah. Uang tersebut akan digunakan pak harmanto untuk kepentingan pribadinya. Jadi uang tersebut tidak digunakan untuk kepentingan perusahaan.
Analisa:
-          Ketika pak Harmanto mengambil uang dari perusahaan, maka kas perusahaan akan berkurang sejumlah uang yang diambil. Setelah berkurang kas akan menajdi sbb:
Kas = 40 juta – 5 juta
Kas = 35 juta
-          Pengambilan uang dari perusahaan untuk kepentingan pribadi adalah termasuk ke dalam rekening prive. Rekening prive ini akan mengurangi modal yang ditanamkan oleh pak Harmanto di perusahan. Dengan demikian modal pribadi pak harmanto akan berkurang sejumlah harta yang diambil. Jumlahnya sekarang menjadi:
Modal = 500 juta – 5 juta
Modal = 495 juta
Dan neraca setelah transaksi tersebut akan menjadi:

Rental Mobil Harmanto
Neraca (akhir)
Per ……
=================================================================
Aktiva                                                          Pasiva
=================================================================
Kas                      35.000.000,-                     Modal Harmanto           495.000.000,-
Inventaris            600.000.000,-                     Utang dari bank            140.000.000
=================================================================

Walaupun terjadi perubahan angka-angka pada rekening di neraca, tetapi jumlah antara aktiva dan pasiva akan tetap sama. Jumlah aktiva sekarang 600 juta + 35 juta = 635 juta. Jumlah pasiva adalah 495 juta + 140 juta = 635 juta. Jadi jumlah aktiva dan pasiva sama-sama 635 juta.



Iklan:  Butuh baju drumband? ke sini

Contoh Membuat Neraca yang Paling Sederhana (Bagian 4)


Kita akan memulai dengan Neraca awal yang sudah berisi rekening kas, inventaris, modal dan utang. Neracanya adalah sebagai berikut: (diambil dari tulisan sebelumnya)
Rental Mobil Harmanto
Neraca (awal)
Per ……
=================================================================
Aktiva                                                              Pasiva
=================================================================
Kas                         50.000.000,-                      Modal Harmanto          500.000.000,-
Inventaris              600.000.000,-                       Utang dari bank           150.000.000
=================================================================
Dari keadaan perusahaan tersebut kita akan melakukan transaksi yang merubah utang dan kas.
Transaksi:
Angsuran pertama untuk membayar utang dari bank sudah jatuh tempo. Besarnya sekali angsuran adalah 10 juta rupiah. Uang 10 juta tersebut diserahkan oleh perusahaan kepada pihak bank sebagai angsuran untuk mengurangi utang perusahaan.
Analisa:
Catatan: Untuk memudahkan analisa, maka kita anggap tidak ada bunga bank yang harus di bayar.
-          Uang 10 juta yang dipakai untuk mengangsur tersebuta akan meyebabkan kas perusahaan berkurang. Uang kas perusahaan akan berkurang sebesar 10 juta sesuai dengan nilai yang dibayarkan untuk mengangsur. Nilai kas sekarang menjadi
Kas = 50 juta – 10 juta
Kas = 40 juta
-          Karena perusahaan sudah membayar angsuran kepada pihak banksebesar 10 juta, maka utang perusahaan terhadap bank berkurang. Besarnya pengurangan sesuai dengan jumlah pembayaran dari perusahaan. Besarnya utang sekarang menjadi
Utang = 150 juta – 10 juta
Utang = 140 juta
Dengan analisa ini neraca akan menjadi:
Rental Mobil Harmanto
Neraca (akhir)
Per ……
==================================================================
Aktiva                                                                Pasiva
==================================================================
Kas                         40.000.000,-                        Modal Harmanto       500.000.000,-
Inventaris               600.000.000,-                        Utang dari bank        140.000.000
==================================================================

 Jumlah untuk sisi aktiva adalah 40 juta + 600 juta, yaitu 640 juta jumlah ini akan sama dengan jumlah pada pasiva yaitu 500 juta + 140 juta, jumlahnya juga 640 juta.

------------------------------------------------------------------------------------
Iklan: Cari mobil Honda di Makasar, Kunjungi web kami
------------------------------------------------------------------------------------

Rabu, 15 April 2015

Contoh Membuat Neraca yang Paling Sederhana (Bagian 3)


Misalkan dari neraca awal sebagai berikut, (neraca ini sudah dibahas pada tulisan sebelumnya)
Rental Mobil Harmanto
Neraca
Per ……
===================================================================
Aktiva                                                     pasiva
===================================================================
Kas         650.000.000,-                            Modal Harmanto                        500.000.000,-
                                                               Utang dari bank                          150.000.000
===================================================================
Transaksi:
Untuk memulai mengoperasionalkan usaha rental mobil pak Harmanto membeli 3 buah mobil. 1 mobil yang dibeli seharga 200 juta. Jumlah total yang dikeluarkan untuk membeli 3 mobil tersebut adalah 600 juta rupiah. Kemudian mobil dipakai untuk usaha rental tersebut.
Analisa:
Dengan membeli mobil, maka pak Harmanto harus menyerahkan uang sejumlah 600 juta pada dealer untuk pembelian mobil tersebut sehingga kas perusahaan berkurang menjadi:
Kas = 650 juta – 600 juta;
Kas = 50 juta
Uang sejumlah 600 juta tersebut sekarang sudah menjadi inventaris perusahaan. Nilai inventaris tersebut dicatat sesuai dengan harga pokoknya. Yaitu,
Inventaris = 600 juta
Neraca sekarang menjadi sebagai berikut:
Rental Mobil Harmanto
Neraca
Per ……
===================================================================
Aktiva                                                           Pasiva
===================================================================
Kas                      50.000.000,-                      Modal Harmanto               500.000.000,-
Inventaris            600.000.000,-                      Utang dari bank                150.000.000
===================================================================
Kalau dijumlah sisi aktiva dan pasiva juga seimbang,
Aktiva = kas + inventaris
Aktiva = 50.000.000 + 600.000.000
Aktiva = 650.000.000
Jadi jumlah aktiva 650.000.000
Pasifa = Modal Harmanto + Utang dari bank
Pasifa = 500.000.000 + 150.000.000
Pasifa = 650.000.000

Jadi jumlah pasiva 650.000.000. Jumlah ini sama dengan jumlah aktiva yang jumlahnya juga 650 juta.

====================================================
Iklan: Konveksi seragam sekolah terpercaya Kunjungi web kami
====================================================

Contoh Membuat Neraca yang Paling Sederhana (Bagian 2)


Pada tulisan berjudul "Contoh Membuat Neraca yang PalingSederhana (Bagian 1)" kita telah membuat contoh neraca yang paling sederhana yang hanya melibatkan 2 rekening. Neraca seperti ini mudah dipahami akan tetapi dalam kenyataan. Neraca tidak hanya berisi 2 buah rekening, tetapi bisa banyak sekali. Oleh karena itu akan dibahas pada tulisan ini, jika pada neraca ada lagi satu rekening selain 2 rekening yang sudah di bahas pada Contoh Membuat Neraca yang Paling Sederhana (Bagian 1).
Dalam kehidupan sebuah perusahaan, sudah menjadi hal yang biasa, apabila sebuah perusahaan meminjam modal dari pihak lain seperti bank. Karena itu kita akan mencoba menempatkan transaksi yang melibatkan utang ini pada sebuah neraca.
Transaksi.
Neraca wal dari perusahaan adalah sebagai berikut:
===================================================================
Aktiva                                                         Pasiva
===================================================================
Kas         500.000.000,-                               Modal Budi Harmanto R           500.000.000,-
                                                               
===================================================================
Transaksi:
Untuk menambah modalnya karena berencana membeli beberapa mobil yang kalau ditotal jumlah pembeliannya adalah 600 juta, maka pa Budi Harmanto meminjam uang ke bank sebesar 150 juta. Uang tersebuta akan digunakan untuk keperluan pembelian mobil untuk usaha persewaan mobil.
Analisis:
-          Karena pak budi Harmanto meminjam uang ke bank sebesar 150 juta, maka jumlah uang kas yang ada diperusahaan sekarang menjadi sebesar 500 juta + 150 juta, yaitu sebesar 650 juta. Uang 650 juta ini dicatat pada rekening aktiva sebagai kas.
-          Kas yang ada pada sisi aktiva sebesar 650 juta tidak hanya berasal dari modal pak Budi harmanto, karena modal pak Budi Harmanto hanya 500 juta. Karena itu asal uang yang 150 juta dari pinjaman di bank juga harus dijelaskan pada bagian pasifa. Jadi sekarang sumber nya ada 2, yaitu modal pak Budi Harmanto dan utang dari bang. Ada 2 rekening, yaitu rekening modal dan utang pada sisi pasiva.
Neracanya akan menjadi sebagai berikut:

Rental Mobil B. Harmanto R.
Neraca
Per ……
===================================================================
Aktiva                                                         Pasiva
===================================================================
Kas         650.000.000,-                               Modal Budi Harmanto R           500.000.000,-
                                                                  Utang dari bank                        150.000.000

===================================================================




-------------------------------------------------
-------------------------------------------------

Contoh Membuat Neraca yang Paling Sederhana (Bagian 1)


Neraca merupakan salah satu laporan keuangan yang harus ditampilkan pada akhir periode akuntansi. Untuk dapat memahaminya, akan ditampilkan contoh analisis transaksi sampai menjadi neraca yang paling sederhana.
Transaksi:
Pak Budi Harmanto Rahmanto mendirikan sebuah perusahaan persewaan mobil. Untuk mendirikan perusahaan ini, pak Budi Harmanto Rahmanto menanamkan uangnya dengan cara menyerahkan uang kas sebesar 500 juta ke perusahaan yang didirikan.
Analisis:
-          Uang yang di serahkan oleh pak Budi Harmanto Rahmanto adalah aktiva yang berujud kas. Oleh karena itu pada sisi neraca dituliskan pada aktiva sebagai kas sebesar 500 juta.
-          Uang kas tersebut berasal dari pak Budi Harmanto Rahmanto dan tetap menjadi hak pak Budi Harmanto Rahmanto sebagai pemilik modal (orang yang menyerahkan uang). Oleh karena itu asal uang ini dijelaskan pada sisi pasiva. Dijelaskan bahwa uang 500 juta berasal dari pak Budi Harmanto Rahmanto sebagai modal pemilik. Dalam Neraca Catatnnya akan menjadi sebagai berikut

Rental Mobil B. Harmanto R.
Neraca
Per ……
===================================================================
Aktiva                                                              Pasiva
===================================================================
Kas         500.000.000,-                                     Modal Budi Harmanto R      500.000.000,-
===================================================================

Kalau dibalik, dari neraca tersebut kita dapat membuat penjelasannya. Artinya dengan melihat neraca kita mengetahui bahwa ada uang kas di perusahaan sebesar 500 juta yang keseluruhan uang itu berasal dari modal yang dimasukkan oleh Budi Harmanto Rahmanto ke perusahaan rental tersebut.


---------------------------------------------------------------------
Iklan: Pingin beli baju drumband, klik di sini
---------------------------------------------------------------------

Selasa, 14 April 2015

Apakah Pengertian Rekening dalam Akuntasi


Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar istilah rekening. Istilah tersebut biasanya kita kenal dalam dunia tabung-menabung atau berkaitan dengan bank. Mereka yang menjadi nasabah di bank akan memiliki rekening. Namun pengertian rekening dalam akuntansi agak berbeda dengan apa yang terkesan oleh kita dari pengertian rekening di bank.
Pengertian rekening dalam akuntansi biasa dipakai untuk mencatat berbagai aktiva, utang dan modal secara terpisah. Ketiga kelompok tersebut kemudian dapat dibuat menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil yang kemudian disebut sebagai rekening. Misalnya pada aktiva, kita mengenal ada kas dan ada piutang, berbagai kejadian yang melibatkan kas kemudian dikelompokkan menjadi satu dalam rekening kas. Kejadian lain yang berhubungan dengan piutang juga dikelompokkan menjadi satu dalam rekening piutang.

Dalam sebuah buku besar biasanya akan memuat berbagai rekening yang ada pada catatan pembukuan sebuah perusahaan. Nama-nama rekening yang sering kita gunakan misalnya: kas, piutang, inventaris, alat kantor, utang usaha, utang bank, biaya gaji, biaya penyusustan, biaya sewa, dan sebagainya. Setiap transaksi akan melibatkan setidak-tidaknya 2 rekening. Pada rekening yang satu angkanya dimasukkan dalam debet, dan pada rekening yang lain dimasukkan dalam kredit. Rekening lain tersebut disebut sebagai rekening lawan. Tujuan utama pengelompokkan transaksi kedalam rekening-rekening ini adalah untuk memudahkan analisa terhadap transaksi yang terjadi. Kesimpulan dari rekening-rekening ini pada akhir periode pembukuan dituangkan dalam laporan keuangan.
=================================================
=================================================